Minggu, 11 Maret 2012

BIMBINGAN BELAJAR (PSIKOLOGI)

MAKALAH BIMBINGAN BELAJAR
 Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah “Pengantar Psikologi” Dosen pembimbing, Julianne Kamelia Riza,Spi Kelompok VII Zaini Hidayati Laili Choirun Nisa’ Lilik Indah Sari Ainur Rosida Muflikhatul Choiroh SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH “AL-URWATUL WUTSQO” Bulurejo Diwek Jombang Tahun Akademik 2011/2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah mata kuliah Pengantar Psikolog ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “BIMBINGAN BELAJAR ” Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai Bimbingan Belajar atau yang lebih khususnya membahas Konsep Dasar Bimbingan Belajar,Teknik Bimbingan Belajar,Jenis Layanan Bimbigan Belajar dalam Kaitannya dengan PBM serta Tujuan Bimbingan Belajar dan Konseling. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Bimbingan Belajar.Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. Jombang, 21 Oktober 2011 Penyusun DAFTAR ISI Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 2 C. Tujuan 2 BAB II Pembahasan Konsep Dasar Bimbingan Belajar 3 Teknik Bimbingan Belajar 5 Jenis Layanan Bimbigan Belajar dalam Kaitannya dengan PBM 6 Tujuan Bimbingan Belajar dan Konseling 10 BAB III Penutup Kesimpulan 12 Daftar Pustaka 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bimbingan Belajar Suatu kegiatan yang dilaksanakan sudah pasti memiliki latar belakang. Demikian pula halnya dengan layanan bimbingan belajar. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan karena dilatar belakangi oleh beberapa hal, sebagai berikut: 1. Adanya criterion referenced evaluation yang mana mengklasifikasikan siswa berdasarkan keberhasilan mereka dalam menguasai pelajaran. Dan kualifikasi itu, antara lain : a. Siswa yang benar-benar dapat meguasai pelajaran. b. Siswa yang cukup menguasai pelajaran. c. Siswa yang belum dapat menguasai pelajaran. 2. Adanya kemampuan/tingkat kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh tiap siswa yang mana berbeda dengan siswa yang lainnya. Dimana klasifikasi siswa tersebut antara lain : a. Siswa yang prestasinya lebih tinggi dari apa yang diperkirakan berdasarkan hasil tes kemampuan belajarnya. b. Siswa yang prestasiya memang sesuai dengan apa yang diperkirakan berdasarkan tes kemampuan belajarnya. c. Siswa yang prestasinya ternyata lebih rendah dai apa yang diperkirakan berdasarkan hasil tes kemampuan belajarnya. 3. Adanya penerapan waktu untuk menyelesaikan suatu program belajar. Dan klasifikasi siswa dalam hal ini antara lain : a. Siswa yang ternyata dapat menyelesaikan pelajaran lebih cepat dari waktu yang disesuaikan. b. Siswa yang dapat menyelesaikan pelajaran sesuai waktu yang telah disesuaikan. c. Siswa yang ternyata tidak dapat menyelesaikan pelajaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 4. Adanya penggunaan norm referenced yang mana membandingkan prestasi siswa yang satu dengan yang lainnya. Dan klasifikasi siswa berdasarkan perstasinya itu antara lain : a. Siswa yang prestasi belajarnya selalu berada di atas nilai rata-rata prestasi kelompoknya. b. Siswa yang prestasi belajarnya selalu berada di sekitar nilai rata-rata dari kelompoknya. c. Siswa yang prestasinya selalu berada di bawah nilai rata-rata prestasi kelompoknya. Setelah mengetahui begitu banyak permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa dalam kegiatan belajarnya, maka diperlukanlah suatu bentuk layanan bimbingan belajar. Hal ini dimaksudkan agar para siswa yang memiliki permasalahan dalam belajarnya dapat segera memperoleh bantuan atau bimbingan dalam kegiatan belajar yang diperlukannya. Jadi, layanan bimbingan belajar sangat diperlukan oleh semua orang yang sedang melakukan proses atau kegiatan belajar. B.Rumusan masalah Dari paparan di atas penulis akan mencoba melekukan setudi tentang konsep bimbingan .Tujuan dan fungsi bimbingan dan konseling,layanan bimbingan dan konseling,bimbingan belejar di sekolah, teknik-teknik bimbingan belajar.Dengan mengetahui hal-hal tersebut mungkin akan menjadikan kita mengetahui pentingnya hal-hal tersebut pada peserta didik sehingga dapat memudahkan kita berinteraksi dengan peserta didik dan mengetaui karakter dan bakat kemampuanya. C.Tujuan Pembahasan in bertujuan untuk membantu peserta didik mengenal bakat,minat dan kemampuannya,serta memilih dan menyasuaikan diri dengan kesempatan pendidikan dan merancanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja,dan juga untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi,sosial,,belajar dan karier. Bimbinan pribadi-sosial di maksutkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggung jawab. BAB II PEMBAHASAN Konsep Dasar Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Menurut A J Jones, bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya. Menurut L D Crow dan A Crow, bimbingan belajar merupakan suatu bantuan yang dapat diberikan oleh seseorang yang telah terdidik pada orang lain yang mana usianya tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan dalam hidupnya. Jadi, bimbingan belajar adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih dalam banyak hal untuk diberikan kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya. 2. Perlunya Bimbingan dan konseling di sekolah Pendidikan (pedagogis) dapat diartikan sebagai suatu proses bantuan yang di berikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan.Dewasa berarti dapat hidup mandiri terlepas dari ketergantungan pada orang lain.Proses pendidikan dapat di laksanakan secara formal,informal,maupun non-formal. Proses mencapai kedewasaan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, anak akan banyak membutuhkan b antuan orang dewasa.Dalam proses menjadi dewasa itu,anak berintraksi dengan lingkungannya ,baik fisik(alam) maupun sosio kultural.Dalam berintraksi ,seseorang di tuntut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan . Ketika berintraksi di dalam lingkungan sosio-kulturalnya,individu mendapat pengaruh yang bermanfaat bagi tercapainya perkembangan cecara optimal. Sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mendewasakan anak dan menjadikanya sebagai anggota masyarakat yang berguna.Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa dalam dalam dunia pendidikan telah terjadi perubahan-perubahan, seperti perubahan sistem ,pendidikan, kurikulum, metode mengajar, dan lain-lain.Perubahan-perubahan tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah khususnya bagi peserta didik serta pihak yang berkecimpung dalam pendidikan. Kemajuam berfikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya telah mendorong terjadinya globalisasi.Situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik.Dampak positif dari kondisi global adalah mendorong manusia untuk terus berfikir,meningkatkan kemampuan, dan tidak puas terhadap apa yang telah di capai sehingga ingin meningkatkan diri. Adapun dampak negatif dari globalisasi adalah meningkatnya kekerasan hidup di masyarakat karena banyaknya konflik,stres, kecemasan, dan frustasi, bahkan timbul pelarian dari masalah melelui jalan pintas yang bersifat sementara dan adiktif seperti penggunaan obat-obatan terlarang. Upaya untuk menangkal dan mengatasi masalah tersebut.Memerlukan insan dan sumber daya manusia indonesia yang bermutu,yaitu manusia yang harmonis lahir dan batin, sehat jasmani dan rohani,bermoral menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara profesional, dinamis, dan kreatif. Pendukung utama bagi tercapainya sasaran pembangunan manusia indonesia yang bermutu adalah pendidikan yang bermutu pula. Pendidikan yang bermutu tidak cukup di lakukan melelui trasformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus di dukung oleh peningkatan profosionalisme dan sistem manajemen tenaga kependidikan serta pengembangan kemampuan peserta didik untuk menolong diri sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan demi terciptanya cita-citanya. Kemampuan yang demikian tidak hanya menyangkut aspek akademis tetapi juga menyagkut aspek perkembangan pribadi, sosial, kematangan intlektual,dan sistam nilai.Oleh karena itu, pendidikan yang bermutu di lingkungan pendidikan haruslah merupakan pendidikan yang seimbang, mampu menghantarkan peserta didik pada pencapaian setandar kemampuan profesional dan akademis , tetapi juga mampu menfasilitasi perkembangan anak yang sehat dan produktif. Peserta didik di lembanga pendidikan umumnya adalah orang-orang yang sedang mengalami proses perkembangan yang memiliki karakteristik kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan yang berbeda dan harus dipenuhi. Pencapaian standar kemampuan profesional atau akademis dan tugas-tugas perkembangan peserta didik memerlukan kerjasama yang hrmonis antara pengelola dan pelaksana manajemen pendidikan,pengajaran,dan bimbingan karena ketiganya merupakan bidang-bidang utama dalam pencapaian tujuan pendidikan. Bidang administrasi dan supervisi merupakan bidang kegiatan ang menyangkut masalah administrasi dan kepemimpinan,yakni masalah-masalah yang berhubungan dengan bagaimana pelaksanaan kegiatan pendidikan secara efisien.Bidang ini mencakup kegiatan perencanaan. Perlengkapan,dan pengawasan (supervisi). Bidang pengajaran dan kurikuler bertujuan untuk memberikan pengetahuan. Ketrampilan dan sikap kepada peserta didik. Kegiatan ini meliputi kegiatan berkaitan dengan kejuruan, pendidikan khusus,dan pendidikan remadial.Bidang ini merupakan pusat kegiatan pendidikan di sekolah. Bidang bimbingan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan layanan kepada peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapi dan memperoleh kesejahteraan lahir dan batin. 2.Teknik bimbingan belajar Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling perlu memperhatikan teknik sebagai berikut : 1.Bimbingan adalah sustu proses membantu individu (peserta didik ) agar mereka dapat membantu dirinya sendiri dalam memecahkan masalah yang di hadapi. 2. Bimbingan hendaknya bertitik tolak (berfokus) pada individu yang dibimbing. 3. Bimbingan di arahkan pada individu (peseta didik),dan tiap peserta didik memiliki karaktristik tersendiri,oleh karena itu pemahaman keragaman dan kemempuan peserta didik yang dibimbing sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan BK. 4.Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh tim pembimbing lingkungan lembaga pendidikan,Hendaknya diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikanya. 5.Kegiatan bimbingan/konseling dimulai dengan identifikasi kebuhanyang di sarankan oleh individu (peserta didik), yang akan dibimbing/konseling. 6.Bimbingan harus luwes dan fleksibel, sesuai dengan kebutuan individu dan masyarakat 7.Program BK di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan program pendidikan pada lembaga yang bersangkutan. 8.Pelaksanan program BK hendaknya dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan dapat bekerja sama dan menggunakan sumber-sumber yang relevan di dalam maupun di luar lembaga penyelenggaraan pendidikan 9.Pelaksanaan program BK hendaknya di evaluasi untuk mengetahui hasil dan pelaksanaan program. Beberapa asas-asas BK yang perlu di perhatikan adalah: 1. Asas kerahasiaan 2. Asas kesukarelan 3. Asas keterbukaan 4. Asas kekinian 5. Asas kemandirian 6. Asas kegiatan 7. Asas kedinamisan 8. Asas keterpaduan 9. Asas kenormatifan 10. Asas keahlihan 11. Asas alih tangan 12. Asas tut wuri handayan 3. Jenis Layanan Bimbingan Belajar dalam Kaitannya dengan PBM Seorang guru dalam memberikan layanan bimbingan belajar harus tetap berporos pada terselenggaranya Proses Belajar Mengajar. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu jenis layanan bimbingan belajar yang berkaitan dengan Proses Belajar Mengajar. Maka jenis layanan bimbingan belajar dalam konteks Proses Belajar Mengajar yang dapat dan seyogianya dijalankan oleh para guru, antara lain : a. Mengumpulkan informasi mengenai diri siswa b. Memberikan informasi mengenai berbagai kemungkinan jenis program dan kegiatan yang sesuai dengan karakteristik siswa. c. Menempatkan siswa dengan kelompok belajar yang sesuai d. Memberikan program belajar yang sesuai e. Mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar f. Membuat rekomendasi tentang kemungkinan usaha selanjutnya g. Melakukan remedial teaching 4. Prosedur dan Strategi Layanan Bimbingan Belajar a. Prosedur Umum Layanan Bimbingan Belajar Suatu layanan bimbingan belajar, pada umumnya memiliki beberapa tahap dalam kegiatannya, antara lain : 1) Identifikasi Kasus Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi siswa yang memerlukan bimbingan. Ada kalanya siswa datang langsung pada guru pembimbing untuk diberi bimbingan mengenai suatu permasalahan dalam belajar yang sedang dihadapinya. Namun, ada kalanya pula, siswa enggan untuk mendatangi guru pembimbingnya dikarenakan beberapa alasan. Maka, diperlukan suatu upaya lebih dari guru pembimbing untuk dapat memberikan bimbingan pada siswa yang benar-benar membutuhkan bimbingan, namun enggan untuk meminta bimbingan. Dan cara yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing dalam memberikan bimbingan motivasi kepada siswa tersebut, antara lain : (a) Call them approach Langkah untuk memanggil setiap siswa yang ada dan melakukan wawancara face to face, maka akan diperoleh siswa yang perlu dibimbing. (b) Maintan good relations Langkah ini dikenal juga sebagai open door policy, yang mana diciptakan berbagai cara tidak langsung untuk memperkenalkan berbagai jenis layanan yang akan diberikan guru pembimbing untuk membantu siswanya yang tidak hanya terbatas pada hubungan belajar-mengajar di kelas saja. (c) Developing a desire for conseling Langkah ini dilakukan jika siswa tidak menyadari akan masalah belajar yang dialaminya, maka dilakukanlah cara: (1) mengadiministrasikan tes inteligensi, bakat, minat, pretest atau post test dan sebagainya. (2) mengadakan orientasi studi yang membicarakan dan memperkenalkan karakteristik perbedaan individual serta implikasinya bagi cara belajar-mengajar. (3) mengadakan diskusi tentang suatu masalah tentang kesulitan belajar. (d) Lakukan analisis terhadap prestasi belajar siswa mengenai beberapa siswa yang menunjukkan kelainan-kelainan tertentu. (e) Lakukan analisis sosiometris dengan memilih temantedekat di antara sesama siswa. 2) Identifikasi Masalah Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi permalsahan yang dihadapi oleh setiap siswa. Dalam konteks PBM, permasalahannya dapat dialokalisasi dan dibatasi dengan ditinjau dari tujuan proses belajar-mengajar: (a) Secara substansial-material, hendaknya dialokalisasi pada jenis bidang studi mana saja. (b) Secara struktural-fungsional, permasalahan itu mungkin dapat dialokasikan pada salah satu jenis dan tingkat kategori belajar proses-proses mental dari delapan kategori belajar menurut Gagne. (c) Secara behavioral, permasalahan mungkin terletak pada salah satu jenis dan tingkat perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor. (d) Mungkin terletak pada salah satu atau beberapa aspek kepribadian siswa. 3) Diagnosis Dalam konteks PBM, kemungkinan faktor penyebab permasalahan yaitu terletak pada : (a) raw input (b) instrumental input (c) enviromental input (d) tujuan pendidikan Cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh informasi yang relevan dengan kemungkinan faktor penyebab permasalahan di atas, antara lain: (a) Untuk mendeteksi raw input, perlu diadakan tes psikologi, skala penilaian sikap, wawancara bimbingan dengan yang bersangkutan, inventory, dan sebagainya. (b) Untuk mendeteksi instrumental input, perlu dilakukan review terhadap komponen-komponen sistem instruksional yang bersangkutan dengan diadakan wawancara dan studi dokumeneter. (c) Untuk mendeteksi enviromental input, perlu dilakukan observasi dengan analisis anecdotal records, kunjungan rumah, wawancara dengan yang bersangkutan. (d) Untuk mendeteksi tujuan-tujuan pendidikan, perlu dilakukan analisis rasional, wawancara, dan studi dokumenter. 4) Mengadakan Prognosis Langkah ini dilakukan setelah beberapa langkah sebelumnya telah dilakukan, dan memberikan hasil. Selanjutnya, dapat diperkirakan tentang cara mana yang mungkin dilakukan. Proses pengambilan keputusan pada tahap ini seyogianya tidak dilakukan secara tergesa-gesa, dan sebaiknya melalui serangkaian konferensi kasus. 5) Melakukan Tindakan Remedial atau Membuat Referral (Rujukan) Jika jenis permasalahan yang dihadapi berhubungan dengan lingkungan belajar-mengajar dan guru masih sanggup mengatasi, maka perlu dilakukan tindakan remedial. Namun, jika permasalahannya sudah menyangkut aspek lain yang lebih luas lagi, maka seorang guru perlu segera melakukan referral pada ahli yang kompeten di bidangnya. 6) Evaluasi dan Follow Up Langkah apapun yang telah ditempuh oleh seorang guru, langkah evaluasi atas usaha pemecahan masalah tersebut seyogianya dilakukan. b. Strategi Layanan Bimbingan Belajar Ada dua cara pendekatan dalam menggariskan strategi layanan bimbingan, yaitu : 1. Berdasarkan jenis dan sifat kasus yang dihadapinya Sesuai dengan sifat permasalahannya, layanan bimbingan dapat diberikan kepada siswa sebagai individual dan dapat pula diberikan kepada individu dalam kelompok. o Layanan bimbingan kelompok, diselenggarakan bila : (1) Terdapat sejumlah individu yang mempunyai permasalahan yang sama. (2) Terdapat masalah yang dialami oleh individu, namun perlu adanya hubungan dengan orang lain. Layanan bimbingan ini dapat dilakukan dengan cara: (1) Formal, seperti : diskusi, ceramah, remedial teaching, sosiodrama, dan sebagainya. (2) Informal, seperti : rekreasi, karyawisata, student self government, pesta olah raga, pentas seni, dan sebagainya. o Layanan bimbingan individual Layanan ini dapat digunakan jika permasalahan yang dihadapi individu itu lebih bersifat pribadi dan memerlukan beberapa proses yang mana dapat dilakukan oleh guru atau ahli psikolog. Mungkin juga orangtua yang bersangkutan yang akan melakukannya. 2. Berdasarkan Ruang Lingkup Permasalahan dan Pengorganisasiannya Mathewson mengidentifikasi tiga strategi umum penyelenggaraan layanan bimbingan, sebagai berikut : a) The strategy guidence thoughout the classroom Dalam strategi bimbingan melalui kelas ini, ada slogan yang berbunyi “Every teacher is a guidance worker”, yang artinya bahwa setiap guru adalah petugas bimbingan. Slogan ini menjiwai seluruh pemikiran dan praktik layanan sehingga bimbingan dapat selalu terlaksana. b) The strategy of guidance throughout supplementary services Dalam strategi bimbingan melalui layanan khusus yang bersifat suplementer ini dapat dilakukan oleh petugas khusus yang ditujukan guna mengatasi masalah pokok secara terpilih. Strategi ini merupakan pola layanan bimbingan pendidikan dan vokasional. c) The strategy of guidance as a comprehensive process trhoughtout the whole curriculum and community Dalam strategi bimbingan sebagai suatu proses yang komprehensif melalui kegiatan keseluruhan kurikulum dan masyarakat inimelibatkan semua komponen personalia sekolah, siswa, orangtua, dan wakil-wakil masyarakat. Strategi ini memerlukan fasilitas yang lebih lengkap dan menuntut terciptanya suatu kerja sama yang harmonis di antara semua komponen yang terlibat. Tujuan Bimbingan belajar dan Konseling Secara umum tujuan layanan BK adalah membantu peserta didik mengenal bakat,minat,dan kemampuanya,serta memilih dan menyasuaikan diri dengan kesempatan pendidikan dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.Sedangkan secara khusus layanan BK bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi,sosial,belajar dan karier. Bimbingan pribadi-sosial dimaksutkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa,mandiri dan bertanggung jawab.Dalam aspek pribadi-sosial,BK membantu peserta didik agar: 1. Memiliki kesadaran diri dan dapat mengembangkan sikap positif 2. Membuat pilihan secara sehat 3. Menghargai orang lain 4. Mempunyai rasa tanggung jawab 5. Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi (interpersonal) 6. Menyelesaikan konflik 7. Membuat keputusan secara efektif Bimbingan belejr di maksutkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan.Dalam aspek tugas perkembangan belejar.BK membantu peserta didik agar: 1. Dapat melaksanakan ketrampilan/teknik belajar secara efektif 2. Dapat menentukan tujuan dan perencanaan pendidikan 3. Mampu belajar secara efektif 4. Memiliki kentrampilan dan kemampuan dalam menghadapi ujian Bimbingan karier di maksutkan untuk mewujudkan pribadi pekerja dan produktif.Dalam aspek perkembangan karier.BK membantu peserta didik agar: 1. Dapat membentuk identitas karier 2. Dapat merencanakan masa depan 3. Dapat membentuk pola karier 4. Mengenali ketrampilan,kemampuan,dan minat dalam dirinya. Fungsi Bimbingan Dan Konseling Bimbingan ahli memberikan barbagai fungsi BK yang berbeda-beda.Sejumlah fungsi BK dapat di kemukakan sebagai berikut. a. Fungsi pemahaman.adalah fungsi BK yang akan menghasilkan pemahaman peserta didik tentang diri dan lingkungan. b. Fungsi pencegahan, adalah fungsi BK dalam upaya mencegah peserta didik agar tidak menemui permasalahan yang akan dapat mengganggu,menghambat,atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangannya. c. Fungsi perbaikan,adalah fungsi BK dalam membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang di hadapi. d. Fungsi pemeliharaan,adalah fungsi BK untuk menjaga agar perilaku peserta didik yang sudah menjadi baik jangan sampai rusak kembali. e. Fungsi pengembangan,adalah fungsi BK dalam mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yamg dimiliki peserta didik f. Fungsi penyaluran,adalah fungsi BK dalam membantu peserta didik untuk memilih dan memantapkan penguasaan karier yang sesuai dengan bakat,minat,keahlian,dan ciri-ciri kepribadianya. g. Fungsi penyesuaian,adalah fungsi BK dalam membantu peserta didik menemukan penyesuaian diri dan perkembangannya secara optimal. h. Fungsi adaptasi,adalah fiungsi BK dalam membantu staf sekolah untuk mengadaptasikan program pengajaran dengan minat, kemampuan,serta kebutuan peserta didik. BAB III PENUTUP Kesimpulan Bimbingan belajar adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh seseorang yang telah memilii kemampuan lebih dalam banyak hal untuk diberikan kepada orang lain yang bertujuan agar orang lain dapat menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya. Sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempumyai peranan yang sangat penting dalam usaha mendewasakan anak dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berguna.Pada zaman sekarang dunia pendidikan telah terjadi perubahan,seperti perubahan sistem,pendidikan kurikulum, metode mengajar dan lain-lain. Dalam masalah ini BK sangat dibutuhkan untuk membantu peserta didik mengenal bakat,minat dan kemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan dan merensanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar